Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Advertisement

Advertisement

Hindari Mengisi Radiator Mobil Bekas Dengan Coolant

Hindari Mengisi Radiator Mobil Bekas Dengan Coolant-Pada sebagian orang tak sedikit pula yang memiliki mobil bekas. Untuk perawatan mobil bekas ini anda tidak boleh grusa-grusu. Anda harus rutin dan teliti tiap bagian komponen mobil.

Hindari Mengisi Radiator Mobil Bekas Dengan Coolant


Anda mungkin sering mendengar bahwa pengaplikasian cairan coolant ke radiator sangat bermanfaat.  Radiator coolant memiliki kelebihan dan beragam manfaat daripada air biasa. Tapi, pengisian coolant tidak begitu disarankan penggunaannya pada radiator mobil bekas atau seken.

Namun menggunakan coolant pada radiator mobil bekas sangat tidak disarankan atau bahkan dilarang keras. Mengapa demikian?
Sebab Anda tidak tahu apakah pemilik sebelumnya menggunakan coolant atau tidak. Bila iya, maka Anda tidak perlu ragu menggunakan cairan yang sama. Namun bila tidak, sebaiknya jangan menggunakan coolant untuk mobil bekas Anda.

Seperti yang dikatakan oleh Heru Wibowo (Workshop Manager PRO-Q) "Mengganti air radiator dengan coolant bisa saja pada setiap mobil, tapi khusus mobil lawas atau keluaran 15 atau 20 tahun lalu ada caranya. Paling utama mengecek kondisi radiator dan melakukan pengurasan, " ucap Heru kepada Otomania, Senin (21/3/2016)

Menurutnya, mobil yang sudah tahunan menggunakan air mineral atau keran untuk radiator tidak serta merta bisa langsung menggunakan coolant. Cairan coolant memilki senyawa kimia yang bertentangan dengan sifat air mineral.


Alasannya, air menyebabkan jalur air di kepala silider sampai blok mesin radiator menjadi berkarat. Bila setelahnya menggunakan coolant yang memiliki senyawa anti rust, maka karat yang disebabkan air tersebut akan rontok dan menimbulkan lubang antara jalur air dengan jalur oli. Akibatnya, air dan oli akan tercampur di dalam mesin mobil.
Tandanya bisa dilihat ketika memeriksa dipstick oil, jika terlihat warna kopi susu pada kain putih yang digunakan untuk menyeka dipstick oil, maka oli dan air telah bercampur dalam mesin.

Bila hal ini terjadi, mobil bekas yang seharusnya dapat menghemat pengeluaran akan membuat Anda merugi. Sebab Anda perlu melakukan overhaul, menguras mesin, atau paling parah mengganti kepala silinder. Sayangnya, hal itu bukannya membuat mesin makin garang, namun justru menimbulkan masalah besar bagi mobil Anda.

Oleh karena itu lebih bijaklah dalam membeli dan merawat mobil bekas. Sebaiknya lakukan pengecekan secara mendetail sebelum memutuskan menggunakan coolant atau tidak pada radiator mobil bekas. Pemilihan penggunaan cairan yang salah bisa berakibat fatal pada mobil. 

"Baiknya saat akan menggunakan coolant khusus mobil lawas pastikan kondisi radiator terlebih dahulu. Paling gampang, lihat isi radiator dan tabung reservoir-nya. Kalau cairan bening, berarti masih aman, tetapi kalau sudah ada kecenderungan warna cokelat, sebaiknya dilakukan perawatan dulu seperti servis dan pengurasan (flushing) untuk mengangkat kerak karat,"paparnya.

Dampak yang buruk pada mobil bekas justru bisa membuat Anda harus mengeluarkan banyak uang untuk mengganti komponen-komponen yang rusak. Belum lagi jika spare part mobil yang Anda miliki telah sulit ditemukan, maka harganya akan lebih mahal.

Karena mobil bekas sudah pernah digunakan oleh orang lain, sebaiknya Anda melakukan pengecekan secara menyeluruh sebelum membelinya. Anda boleh menanyakan pada pemilik sebelumnya apakah radiatornya diisi dengan air atau coolant. Seandainya radiator mobil memang diisi coolant sejak awal, maka Anda bisa mengisinya dengan coolant. Tapi, jika si pemilik sebelumnya telah mengisinya dengan air biasa, sebaiknya Anda tidak mengisinya dengan cairan coolant.